Asuhan Kebidanan Komunitas pada Remaja Putri dengan Anemia Sedang: Laporan Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Batunyala, Kabupaten Lombok Tengah
Kata Kunci:
adolescent; anemia; community midwifery care; iron supplementation; case report.Abstrak
Background: Iron-deficiency anemia remains one of the most prevalent micronutrient problems among adolescent girls in developing countries, including Indonesia, where the West Nusa Tenggara (NTB) province reports a prevalence far above the national average. While population-level prevalence data are abundant, detailed documentation of comprehensive, evidence-based midwifery management of individual adolescent anemia cases in rural primary care settings remains limited. Objective: This case report aims to describe the process of community-based midwifery care, using the Subjective-Objective-Analysis-Planning (SOAP) framework, for a 17-year-old adolescent girl with moderate anemia at Batunyala Primary Health Care Center (Puskesmas), Central Lombok Regency, and to discuss the findings in light of current scientific evidence. Method: A descriptive case-study design was employed. Data were collected on 1 March 2026 through in-depth interview, physical examination, anthropometry, vital-sign measurement, and laboratory testing of hemoglobin (Hb) using the cyanmethemoglobin method. Results: The client presented with fatigue, weakness, and drowsiness for three days, an inadequate dietary pattern (1-2 meals/day, minimal vegetable and fruit intake), and recent menstruation. Physical examination revealed pale conjunctiva with otherwise normal vital signs; laboratory testing showed an Hb level of 10.1 g/dL, consistent with moderate anemia according to WHO age- and sex-specific thresholds. The midwifery diagnosis was "a 17-year-old adolescent with moderate anemia," managed through health education, iron and vitamin-B-complex supplementation, and dietary modification with vitamin-C-rich fruit juice, alongside a scheduled follow-up visit. Conclusion: This case illustrates how an evidence-informed, holistic SOAP-based midwifery approach can be applied at the primary-care level to identify and manage adolescent anemia, integrating pharmacological supplementation with nutrition education and dietary intervention. Findings support strengthening school-based iron supplementation programs together with community nutrition education as complementary strategies to reduce adolescent anemia prevalence in high-burden regions such as NTB.
Referensi
Ali, M., Asrori, M., & Ali, M. (2023). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik. Bumi Aksara.
Arifin, H., Nofiza, W., & E., R. (2022). Pengaruh pemberian jus buah naga (Hylocereus undatus) terhadap jumlah hemoglobin, eritrosit dan hematokrit pada mencit putih betina. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 17, 118–125.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Pedoman pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIK Remaja/Mahasiswa). BKKBN.
Basith, A., Yulizawati, & Insani, A. A. (2022). [Judul artikel lengkap, nama jurnal/penerbit, volume, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis sesuai sumber asli yang dirujuk dalam naskah tinjauan pustaka].
Briawan, D. (2024). Anemia: Masalah gizi pada remaja wanita [Judul buku/bab, penerbit, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis].
Budiarti, A. (2020). Studi fenomenologi penyebab anemia pada remaja putri di Surabaya [Nama jurnal, volume, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis].
Dieny, F. F. (2022). Pola konsumsi pangan sumber zat besi pada masyarakat Indonesia [Nama jurnal/buku, volume, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis].
Hadianah, & Suprapto. (2024). Buku ajar keperawatan medikal bedah: Gangguan hematologi [Penerbit dan kota terbit perlu dilengkapi oleh penulis].
Lestari, I. P. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi usia menarche pada remaja putri [Nama jurnal, volume, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis].
Notoatmodjo, S. (2021). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku [Penerbit perlu dilengkapi oleh penulis].
Saadi, U. (2021). Pubertas dan kesehatan reproduksi remaja putri [Nama jurnal/buku, penerbit, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis].
Wijoyono, Y. (2023). Anemia pada remaja putri: Tinjauan konsep dan penatalaksanaan [Nama jurnal/buku, volume, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis].
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2020). Laporan program Gerakan Minum Tablet Tambah Darah bagi remaja putri di Nusa Tenggara Barat. Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2024). Laporan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) remaja putri tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Indartanti, D., & Sulchan, M. (2014). Hubungan obesitas dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Nutrition College, 3(2), 208–213.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Laporan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2020. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kesehatan Remaja. Kemenkes RI.
Sulistyoningsih, H. (2011). Gizi untuk kesehatan ibu dan anak. Graha Ilmu.
Thamrin, H., Budu, & Werna, N. (2022). Pengaruh pemberian buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri [Nama jurnal, volume, dan halaman perlu dilengkapi oleh penulis]. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2004). Varney's midwifery (4th ed.). Jones & Bartlett Learning.
World Health Organization. (2024). Health for the world's adolescents: A second chance in the second decade. WHO.



